Category Archives: step by step!

Tutorial : soft doll sederhanaΒ 

Standar

Saya sih bukan ahlinya bikin-bikin boneka. Sesekali kalau ada perlunya. Kali ini saya membuat sebuah boneka kain atau soft doll, kebetulan ada teman anak saya yang ultah. Soft doll bikinan saya masih sederhana. Maklum… Kan bukan ahlinya. Tapi saya harap yang menerima bisa menyukai  😁

Pertama, potong semua pola diatas kain 

Kedua, jahit dan selesaikan bagian tangan dan kaki. Sambung bagian-bagian badan. Pasang mata dan sulam bagian mulutnya.

Ketiga, isi bagian kaki dan tangan dengan dakron atau silikon.

Keempat, pasangkan bagian tangan, kaki, dan telinga pada pola badan depan. Jahit sementara.

Kelima, satukan pola badan bagian depan dengan belakangnya dalam keadaan terbalik. Jahit sekelilingnya. Sisakan beberapa centi meter untuk membalik dan mengisi dakron.

Keenam, balik boneka ke arah luar melalui lubang.

Ketujuh,  rapikan permukaan boneka.

Kedelapan, isi dakron ke dalam badan boneka melalui sisa lubang. Sampai penuh dan gemuk.

Dan terakhir, tutup lubang dengan jahitan tangan yang rapih. 

Begitu kira-kira step by step pembuatan soft doll ala-ala saya. Ingin sih kapan-kapan belajar bikin model yang lebih rumit, tapi masih belum ketemu waktunya. Semoga share tutorial kali ini bisa bermanfaat ya, Amiin… πŸ˜‰

tutorial : sepatu kurcaci

Standar

Beberapa Minggu lagi anak saya kebagian mentas di sekolah. Anak saya ditunjuk berperan sebagai kurcaci. Masing-masing emak ditugaskan sebagai penanggung jawab kostum untuk anaknya masing-masing. Nah Lo… Bingung dah saya 😁.

Lalu seperti biasanya kalo lagi bingung… Dimulai dari ngilmu dari google kemudian dilanjutkan dengan ngubek-ngubek rak sepatu, nyari-nyari sendal butut anak.

Dan mulailah saya membuat sepatu untuk kurcacinya terlebih dahulu. Saya menyiapkan beberapa bahan seperti kain flanel warna coklat, busa tipis, lem, benang wol, jarum, benang, dan tentu saja sendal butut anak saya.

Step by step membuat sepatu kurcaci :

1. Ukur lingkar keliling alas sol sandal. Hasil pengukuran kemudian dibagi 2. Contohnya hasil ukur sandal anak saya adalah 43cm. Maka ukuran yang digunakan untuk membuat polanya adalah 21,5cm 

2. Mulailah membuat pola. Yang terpenting adalah ukuran keliling alas sandal. Untuk bodi sepatu hanya asal saya reka-reka.

3. Potong pola. Untuk sebuah sepatu potong pola sebanyak 2 kali. 

4. Agar kokoh, lapisi kain flanel dengan busa tipis. Beri sedikit lem.

5. Rapikan tepinya, jangan sampai panjang busa melebihi kain flanel, agar tampak rapih. 

6. Mulai menyatukan bagian tumit. Jahit dengan feston. Saya memakai benang wol. 

7. Kemudian dilanjutkan dengan menyatu kan bagian depan yang meruncing. 

8. Jahit pula bagian bawah. Jahit terpisah.

9. Potong kelepak sepatu sesuai pola. Letakkan pola pada lipatan kain. 

Jadi pada bagian sisi belakangnya menyatu.

10. Pasangkan kelepak pada lubang pergelangan kaki. Lalu jahit sekelilingnya.

11. Pasangkan sandal pada bagian bawah. Lem bagian sol sandal lekatkan pada kain flanel.

12. Taraaa… Jadilah sepatu kurcacinya. 

Gampang kan prosesnya ? πŸ˜‰ Gak pake lamaaaaa… Fungsi utama dari sendal butut nya supaya si sepatu tetep enak dipakai dikaki.

Semoga tutonya bisa membantu emak-emak yang anaknya mau pentas juga, hehe… 

Menjahit Krah Selendang

Standar

Krah selendang merupakan bagian krah yang pada umumnya terdapat pada kebaya tradisional yaitu kebaya kartini dan kutubaru. Pola krahnya menyatu dengan pola badan. Untuk pemula yang baru belajar menjahit mungkin agak sedikit kesulitan dalam menyelesaikan pola bentuk ini. Padahal jika dikerjakan, proses penyelesaiannya terbilang cepat.

Kebetulan saat-saat ini saya banyak menerima order jahit kebaya kutubaru, lagi musim juga sih. Ini saya sempatkan membuat tutorial sederhana cara menjahit dan menyelesaikan krah selendang ini.

Ini cara praktis dan cepat yang biasanya saya gunakan untuk menjahit. Penyelesaian kampuhnya hanya diobras. Jadi, tutorial ini tidak terlalu recomended untuk bahan yang transparan ya. Karena nanti benang obras akan terlihat, kebaya jd kurang cantik.

Oke, kita mulai ya… Siapkan dua bagian pola depan yang sudah dipotong pada kain. Beri visiline pada bagian lapisannya. Seperti pada gambar. Ini dilakukan agar krah kelihatan tampak rapih. Untuk bahan transparan tentu hal ini di skip saja πŸ™‚

image

Satukan bagian tengah belakang krah selendang

image

image

Rapikan kampuh sambungan, setrika agar mati.

image

Lipat lapisan krah ke arah dalam dan setrika rapih. Obras bagian tepi lapisan agar tidak bertiras.

image

Pada bagian kerung leher belakang, satukan lapisan dengan jahit jelujur sementara agar tidak bergeser.

image

Pada bagian yang melengkung, beri guntingan-guntingan seperti mencacah. Perhatikan gambar ya, jangan sampai melampaui batas jelujuran.

image

image

Kemudian satukan pola depan dengan pola belakang.

image

Satukan dari ujung bahu, kerung leher belakang sampai ujung bahu berikutnya lagi. Jangan khawatir, bagian yang tercacah nanti akan bisa mengikuti pola belakang.

image

Jahit rapih, kemudian obras sisa kampuhnya.

image

Setrika rapi diseluruh bagian krah selendang.

image

Selesai sudah krahnya, kemudian proses penjahitan bisa dilanjutkan pada bagian selanjutnya. Pada bagian lapisan biasanya saya selesaikan dengan jahit tangan, di soom halus.

image

Bagaimana? Mudah kan? Selamat mencoba πŸ™‚

Ditulis dari WordPress untuk Android

Menghias Baju Polos dengan Sulam Payet

Standar

Assalamualaikum…

Pagi ini saya ingin berbagi tutorial cara memasang payet. Saya sih biasanya menyebut teknik ini dengan teknik ‘muntir’. Karena kenampakan hasil deretan payetnya yang terlihat seperti terpuntir.
Teknik ini biasanya saya gunakan untuk membuat motif ukel dan sulur-sulur.

Kebetulan kemarin ada pelanggan yang ingin dibuatkan kebaya kutubaru. Luar biasa boomingnya kutubaru ini akhir-akhir ini. Banyak yang order disaya nih, Alhamdulillah… ☺
Keboomingan kutubaru diikuti dengan keboomingan kain embos dan batik yang biasanya dijadikan bawahan. Pun demikian pelanggan saya kali ini, embos dan batik.
Si embak pengen kutubarunya nanti tidak polos seperti biasanya. Karena bagan batik yang dipunyan juga ngepas untuk ukuran satu rok jadi tak bersisa untuk di mix di kutubarunya. Akhirnya diputuskan untuk menghias kutubaru dengan hiasan payet. Yukk… Begini proses saya menghiasnya.. πŸ˜‰

Pertama tama, buat motif disebuah kertas. Pindahkan motif pada sudut tempat yang ingin kita pasangi hiasan. Saya biasanya menjiplak motif dengan kertas karbon dan sebuah pulpen yang sudah ngadat tidak keluar tintanya.

image

Hal yang harus diperhatikan ketika memindahkan motif adalah janagan sampai motifnya terbalik, apalagi motif ini akan dipakai di dua sisi, kiri dan kanan.

Kedua, mulai menyulam, memasang setiap butiran payetnya

image

1. Siapkan benang. Matikan ujungnya. Tusuk jarum dimulai dari ujung motif. Dari bawah ke atas.
2. Tarik benang
3. Masukkan 3 butir payet
4. Tusukkan jarum kembali dengan arah yang menyerong. Perhatikan gambarnya ya
5. Ulangi terus tekniknya dengan rapih.
6 – 9 . pertahankan kerapihannya yah πŸ˜‰
10. Ketika hampir diakhir motif kurangi jumlah manik-maniknya. Masukkan hanya 2 butir, hal ini bertujuan untuk membuat ramping.
11. Dan tepat di akhir motif hanya gunakan 1 butir payet agar pada ujung motif terlihat lancip.

Lanjutkan pemasangan hingga selesai disemua motif dan disemua sisi.

image

Kuncinya kesabaran dan harus konsisten mempertahankan kerapihan sampai di akhir. Nah, begini akhirnya tampilan kebaya kutubaru yang saya payet.

image

Selamat mencoba yaa… πŸ˜‰

Ditulis dari WordPress untuk Android

Tutorial : memasang ritsluiting jepang dengan rapi

Standar

Ritsluiting merupakan bukaan baju yang terdiri dari dua deret gerigi yang tebuat dari metal/plastik. Ketika ditarik untuk ditutup dua deret gerigiya akan saling menyatu, menempel erat. Demikian pula ketika ditarik untuk dibuka. Geriginya akan terpisah.
Terdapat beberapa macam ritsluiting. Namun kali ini saya akan membahas tentang pemasangan ritsluiting jepang. Terutama untuk pemula yang baru belajar menjahit. Ritsluiting jepang ini sangat populer untuk bukaan dalam busana.

image

Ada pula yang menyebut ritsluiting ini dengan sebutan ritsluiting sembunyi. Karena ketika tertutup, tidak nampak ritsluitingnya terlihat. Yang ada hanya berupa garis sambungan. Mungkin ini yang menyebabkan ritsluiting jenis ini banyak digunakan. Membuat tampilan busana menjadi lebih rapi.
Untuk pemilihan ritsluiting ini saya sarankan pilih ritsluiting dengan kualitas terbaik. Ritsluiting yang baik tidak mudah rusak dan awet. Kan sayang sekali sudah menjahit dengan susah payah yapi ternyata ritsluitingnya sdh tidak bisa tertutup hanya dalam beberapa tarikan saja 😄. Kalo saya sih biasanya menggunakan yang merk YKK. Ritsluitingnya tampak kokoh. Terdapat pembatas besi pada ujung bawahnya. Pembatas besi ini dapat digeser-geser ke atas ataupun ke bawah. Jadi kalo kita merasa ritsluitingya twrlalu panjang bisa kiya potong dan menggwser besinya. Maka kepala rit akan tertahan dan tidak terlepas dari geriginya.

image

Sekarang akan saya bahas bagaimana langkah pemasanganya agar ritsluiting terlihat rapi. Karena sebagai pemula pemasanhan ritsluiting ini termasuk agak rumit. Pengalaman saya dulu pula ketika pertama kali belajar 😁

1. Siapkan dua bagian busana yang akan dipasangi ritsluiting, sesuaikan warna ritsluiting dengan benda yang akan dipasangi ya.

image

2. Jahit satukan kedua bahan yang akan dipasangi ritsluiting. Panjang bagian yang terbuka yang akan dipasangi ritsluiting harus lebih pendek dari ritsluitingnya.

image

image

3. Pasangkan ritsluiting pada bagian yang telah ditandai (lihat gambar yaa… πŸ™‚ ) tahan dengan ritsluiting.

image

4. Ganti jarum pentul dengan jelujutan benang. Hal ini diperlukan agar ritsluiting tidak bergeser ketika dijahit mesin. Karena apabila bergesr sedikit saja akan menyebabkan ritsluiting panjang sebelah. Dan itu merupakan masalah yang besar.

image

image

5. Setelah semua bagian selesai selesai dijelujur. Tindas ritsluiting dengan jahitan mesin dengan menggunakan sepatu khusus ritsluiting. Sepatu jenis ini terdapat dua buah rongga mungil untuk letak gerigi ritsluitingnya. Jahit dari atas hingga mentok kepala ritsluiting pada bagian bawah.

image

6. Setelah semua selesai, lepas benang jelujuran sementara yang kita gunakan sebagai penahan tadi.

image

7. Tarik kepala ritsluiting ke arah atas hingga ritsluiting tertutup.

image

8. Setrika sambungan bahan tempat ritsluitingnya menempel sehingga menjadi rapi.

image

image

Sudah selesai… πŸ™‚ semoga membantu untuk pemula yang ingin menjahit baju sendiri

Happy sewing… 😘

Ditulis dari WordPress untuk Android

Tutorial : membungkus kancing

Standar

Ingin membuat kancing bungkus tapi tidak punya alat pres? Jangan khawatir, kita bisa membuatnya dengan cara manual jahit tangan. Berikut tutorial membungkus kancing versi saya. Siapkan alat dan bahan-bahanya ya : kancing, kain perca, flanel, benang, jarum, lem tembak dan gunting

image

Kemudian mari kita mulai step by step cara melakukannya πŸ™‚

1. Potong kain perca 1 cm lebih besar dari ukuran kancing yang akan dibungkus.

image

2. Potong kain flanel 1 sampai 2 mm lebih kecil dari ukuran kancing.

image

3. Jelujur sekeliling perca

image

4. Letakkan kancing pada bagian tengah perca yang sudah dijelujur.

image

5. Tarik jelujuran hingga rapih membungkus kancing yang ada didalamnya. Ikat kencang.

image

6. Lekatkan potongan kain flanel menutupi lubang hasil bungkusan.

image

7. Jahit sekeliling kain flanel. Satukan dengan bagian kain perca

image

8. Lakukan sampai selesai dengan rapih.

image

9. Tusukkan jarum jahit pada bagian tengah flanel. Beri alat bantu yang berfungsi sebagai penghalang. Lihat gambar ya… Saya pakai obeng.

image

10. Lakukan sebanyak beberapa kali lilitan. Kurang lebih 6 kali atau lebih juga bisa terganting besar kancingnya. Sesuaikan saja.

image

11. lepaskan obeng dari kancing.

image

12. Balut lilitan benang dengan tusuk feston

image

13. Dimulai daru sisi yang satu ke yang lain sampai rata terbalut.

image

14. sudah selesai… Kancing bungkus siap digunakan.

image

Simpel kan? Selamat mencoba yaa 😁

Ditulis dari WordPress untuk Android

Tutorial : dompet kotak

Standar

Akhir pekan lalu iseng-iseng bikin dompet untuk dipake sendiri. Dan kesimpulannya… Saya tetep memilih njait baju ketimbang bikin dompet model begini. Kecil tp bikin migrain 😅 salut deh buat para crafter-crafter pembuat tas yang karyanya kece-kece itu.

Sembari menjahit, sempat saya abadikan ni proses bikinnya. Barangkali ada yang mau coba juga. Yukk….

Pertama, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan

image

Kain yang dibutuhkan sih gak banyak karna dompetnya juga gak besar. Siapkan 2 motif kain katun yang warnanya serasi ya. Untuk bagian dalam dan luar.
Beberapa jenis pelapis untuk membuat dompet agak kokoh dan membentuk kotak.
Ritsluiting sepanjang 7 inch (17 cm) dan bahan pelengkap lainya seperti benang dan lain-lain.

Kedua, membuat pola

image

Pola yang digunakan juga simpel, ada 4 jenis pola. Ukuran dan keterangan pola silakan lihat gambar di atas ya.

Ketiga, memotong kain dan memberi lapisan untuk bagian luar dompet

image

Letakkan pola pada kain katun sisakan kurang lebih 0,5 cm untuk kampuh jahitannya.

image

Memasang lapisan. Untuk sisi dompet menggunakan lapisan busa angin tipis. Potong sesuai ukuran dan bentuk kain untuk sisi dompet.  Tahan dengan jahitan tangan sementara agar busa tidak bergeser.

image

Untuk bagian alas dan tutup atas saya menggunakan kain keras yang dipotong sesuai pola. Lekatkan dengan disetrika.

Keempat,memasang ritsluiting

image

Siapkan dua buah potongan kain untuk tutup atas dompet.

image

Pasangkan pada risluiting. Boleh disemat dengan jarum pentul atau bisa pula dijait tangan sementara agar rits tidak bergeser.

image

Tindas dengan jahitan mesin.

Kelma, membuat tali tas

image

Siapkan kain berbentuk panjang ukuran kurang lebih 36 cm X 4 cm. Beri lapisan visiline. Lekatkan dengan disetrika.

image

Lipat kain arah memanjang dengan sisi bagian buruk kain di arah luar, jahit. Tarik dan sisakan benang yang cukup panjang pada akhir jahitan. Masukkan jarum mesin atau jarum jahit yang berukuran cukup besar pada benang tersebut. Perhatikan gambar di atas.

image

Masukkan jarum pada bagian dalam hasil jahitan mesin. Sampai jarum muncul pada lubang sisi sebelahnya lagi.

image

Tarik dengan kuat dan berhati-hati.

image

Tarik terus sampai sisi bagian lainnya masuk kedalam dan muncul pada sisi selanjutya.

image

Tarik terus sampai habis hingga tali. berhasil dibalik.

image

Rapikan, setrikan, dan jahit tindas dibagian sisi-sisinya.

Keenam, menjahit dan menyatukan bagian-bagian dompet.

image

Mula-mula posisikan tali pada bagian sambungan tutup atas.

image

Siapkan potongan kain bagian alas dompet

image

Sambung keduanya hingga membentuk lingkaran

image

Arahkan kampuh sambungan ke arah bawah alas.

image

Jahit tindas.

image

Satukan dengan kain bagian sisi dompet. Lalu jahit.

image

Sudah jadiii… Ini baru bagian bodi dompetnya ya. Selanjutnya,

Ketujuh, memasang vuring dompet

image

Potong kain untuk vuring bagian dalam dompet. Potong pula untuk bagoan saku dalamnya.

image

Pasangi kain untuk saku dalam dengan kain keras yang dipotong sesuai pola.

image

Lipat.

image

Setrika dan jahit tindasbagian atasnya.

image

Pasangkan saku dengan salah satu sisi bagian vuring.

image

Satukan bagian tutup atas dan alas. Prosesnya hampir sama seperti pada langkah menyatukan bagian dompet. Hanya saja pada vuring tidak ada ritsluitingya, jadi biarkan berlubang.

image

Satukan dengan bagian sisi hingga selesai semua.

Kedelapan, memasang vuring

image

Siapkan dompet dan vuringnya. Posisikan dompet dengan terbalik. Bagian buruk ke arah luar. Begitu sebaliknya dengan vuringnya.

image

Masukkan dompet ke dalam badan vuringnya.

image

Lekatkan keduanya pada bagian ritsluitingnya. Pasang vuring dengan jahit tangan rapih.

image

Selesaikan jahitannya. Maka semuanya selesai πŸ™‚

image

Balik dompet ke arah luar.

Kesembilan, mempercantik dompet

image

image

Langkah terakhir, dompet saya ini lalu saya beri hiasan di bagian depan denag pita mungil agar terlihat lebih cantik. Nah, finish sudah… 😄

Selamat mencoba yaa… πŸ˜‰