Category Archives: step by step!

Cara Menjiplak Pola

Standar

Sebelumnya sudah saya share sedikit cerita mengenai Pola Jiplak Ini. Untuk yang masih bingung bagaimana pemakaiannya, yukk.. Mari disimak 😘

1. Bentangkan Pola Jiplak

Letakkan Pola Jiplak di atas Bidang yang datar seperti lantai atau meja potong yang cukup lebar. Ratakan permukaannya. Di elus elus ya hehe…

2. Siapkan Peralatan dan Bahan Untuk Menjiplak

Perlatan dan bahan yang digunakan cukup mudah kita temui. Gunakan kertas roti, kertas minyak, atau kain spundbond tipis yang berwarna cerah sebagai bahan untuk menjiplak pola. Sedangkan perlatannya siapkan alat tulis seperti bolpoin, pensil, ataupun spidol, selotip bening, gunting, dan mistar untuk penyempurnaan garis

3. Perhatikan Kode Warna

Kode warna ini biasanya terletak pada bagian pojok pola. Berupa petak berwarna warni bertuliskan size atau ukuran seperti XS, S, M, L, XL, dan XXL. Tentukan ukuran pola apa yang akan dijiplak. Lalu perhatikan warna petak. Misalnya jika akan menjiplak pola ukuran M, dan kotak size M berwarna merah maka nantinya garis yang harus dijiplak adalah garia yang berwarna merah.

Sebagai panduan penentuan sizenya dapat memperhatikan tabel size yang nantinya di print pada kertas ukuran kecil dan akan disertakan dalam setiap pembelian pola. Begini contoh tabel sizenya

4. Melekatkan Kertas Jiplak Pada Permukaan Pola Jiplak

Gunakan selotip bening untuk melakukan hal ini. Gunting secukupnya. Lekatkan pada beberapa bagian kertas. Lalu tempelkan pada pola jiplak. Penempelan ini dimaksudkan agar kertas tidak mudah bergeser ketika melakukan proses penjiplakan. Dan kenapa harus selotip bening? Sebenarnya tidak harus juga sih, hehe… Hanya saja kalo pale warna bening kan proses menjiplaknya jadi tidak terganggu karena garis terlihat semua.

5. Memindahkan Garis Pada Kertas Jiplak.

dalam hal ini bisa gunakan alat tulis apa saja. Konsisten ya menjiplaknya. Dalam artian jika ingin menjiplak size M digaris warna merah maka harus semua pola yang bergaris warna merah yang dijiplak.

6. Lepaskan Kertas Jiplak dari bisang Pola

Setelah semua bagian garia selesai dipindahkan di kertas jiplak, lepaskan secara perlahan selotip yang menempel pada kertas.

7. Gunting Pola Pada Kertas Jiplak

Setelah semua selesai dijiplak, gunting pola pada kertas jiplak. Dan pola pun siap digunakan. Sedangkan Pola Jiplaknya bisa dilipat kembali. Disimpan rapih dan digunakan lagi apabila dibutuhkan. Bisa dipinjamkan atau bahkan diwariskan ke anak cucu .

Gimana? Gimana? Gimana? Mudah bukan mendapatkan pola dari Pola Jiplak ini. Praktis, hemat, dan awet.

Cuzzz… Bagi yang kepingin bikin baju tapi masih kerepotan soal pola, bisa order dan tanya tanya ke sini ya WA 082255190091 😊

Iklan

Tutorial : soft doll sederhanaΒ 

Standar

Saya sih bukan ahlinya bikin-bikin boneka. Sesekali kalau ada perlunya. Kali ini saya membuat sebuah boneka kain atau soft doll, kebetulan ada teman anak saya yang ultah. Soft doll bikinan saya masih sederhana. Maklum… Kan bukan ahlinya. Tapi saya harap yang menerima bisa menyukai  😁

Pertama, potong semua pola diatas kain 

Kedua, jahit dan selesaikan bagian tangan dan kaki. Sambung bagian-bagian badan. Pasang mata dan sulam bagian mulutnya.

Ketiga, isi bagian kaki dan tangan dengan dakron atau silikon.

Keempat, pasangkan bagian tangan, kaki, dan telinga pada pola badan depan. Jahit sementara.

Kelima, satukan pola badan bagian depan dengan belakangnya dalam keadaan terbalik. Jahit sekelilingnya. Sisakan beberapa centi meter untuk membalik dan mengisi dakron.

Keenam, balik boneka ke arah luar melalui lubang.

Ketujuh,  rapikan permukaan boneka.

Kedelapan, isi dakron ke dalam badan boneka melalui sisa lubang. Sampai penuh dan gemuk.

Dan terakhir, tutup lubang dengan jahitan tangan yang rapih. 

Begitu kira-kira step by step pembuatan soft doll ala-ala saya. Ingin sih kapan-kapan belajar bikin model yang lebih rumit, tapi masih belum ketemu waktunya. Semoga share tutorial kali ini bisa bermanfaat ya, Amiin… πŸ˜‰

tutorial : sepatu kurcaci

Standar

Beberapa Minggu lagi anak saya kebagian mentas di sekolah. Anak saya ditunjuk berperan sebagai kurcaci. Masing-masing emak ditugaskan sebagai penanggung jawab kostum untuk anaknya masing-masing. Nah Lo… Bingung dah saya 😁.

Lalu seperti biasanya kalo lagi bingung… Dimulai dari ngilmu dari google kemudian dilanjutkan dengan ngubek-ngubek rak sepatu, nyari-nyari sendal butut anak.

Dan mulailah saya membuat sepatu untuk kurcacinya terlebih dahulu. Saya menyiapkan beberapa bahan seperti kain flanel warna coklat, busa tipis, lem, benang wol, jarum, benang, dan tentu saja sendal butut anak saya.

Step by step membuat sepatu kurcaci :

1. Ukur lingkar keliling alas sol sandal. Hasil pengukuran kemudian dibagi 2. Contohnya hasil ukur sandal anak saya adalah 43cm. Maka ukuran yang digunakan untuk membuat polanya adalah 21,5cm 

2. Mulailah membuat pola. Yang terpenting adalah ukuran keliling alas sandal. Untuk bodi sepatu hanya asal saya reka-reka.

3. Potong pola. Untuk sebuah sepatu potong pola sebanyak 2 kali. 

4. Agar kokoh, lapisi kain flanel dengan busa tipis. Beri sedikit lem.

5. Rapikan tepinya, jangan sampai panjang busa melebihi kain flanel, agar tampak rapih. 

6. Mulai menyatukan bagian tumit. Jahit dengan feston. Saya memakai benang wol. 

7. Kemudian dilanjutkan dengan menyatu kan bagian depan yang meruncing. 

8. Jahit pula bagian bawah. Jahit terpisah.

9. Potong kelepak sepatu sesuai pola. Letakkan pola pada lipatan kain. 

Jadi pada bagian sisi belakangnya menyatu.

10. Pasangkan kelepak pada lubang pergelangan kaki. Lalu jahit sekelilingnya.

11. Pasangkan sandal pada bagian bawah. Lem bagian sol sandal lekatkan pada kain flanel.

12. Taraaa… Jadilah sepatu kurcacinya. 

Gampang kan prosesnya ? πŸ˜‰ Gak pake lamaaaaa… Fungsi utama dari sendal butut nya supaya si sepatu tetep enak dipakai dikaki.

Semoga tutonya bisa membantu emak-emak yang anaknya mau pentas juga, hehe… 

Menjahit Krah Selendang

Standar

Krah selendang merupakan bagian krah yang pada umumnya terdapat pada kebaya tradisional yaitu kebaya kartini dan kutubaru. Pola krahnya menyatu dengan pola badan. Untuk pemula yang baru belajar menjahit mungkin agak sedikit kesulitan dalam menyelesaikan pola bentuk ini. Padahal jika dikerjakan, proses penyelesaiannya terbilang cepat.

Kebetulan saat-saat ini saya banyak menerima order jahit kebaya kutubaru, lagi musim juga sih. Ini saya sempatkan membuat tutorial sederhana cara menjahit dan menyelesaikan krah selendang ini.

Ini cara praktis dan cepat yang biasanya saya gunakan untuk menjahit. Penyelesaian kampuhnya hanya diobras. Jadi, tutorial ini tidak terlalu recomended untuk bahan yang transparan ya. Karena nanti benang obras akan terlihat, kebaya jd kurang cantik.

Oke, kita mulai ya… Siapkan dua bagian pola depan yang sudah dipotong pada kain. Beri visiline pada bagian lapisannya. Seperti pada gambar. Ini dilakukan agar krah kelihatan tampak rapih. Untuk bahan transparan tentu hal ini di skip saja πŸ™‚

image

Satukan bagian tengah belakang krah selendang

image

image

Rapikan kampuh sambungan, setrika agar mati.

image

Lipat lapisan krah ke arah dalam dan setrika rapih. Obras bagian tepi lapisan agar tidak bertiras.

image

Pada bagian kerung leher belakang, satukan lapisan dengan jahit jelujur sementara agar tidak bergeser.

image

Pada bagian yang melengkung, beri guntingan-guntingan seperti mencacah. Perhatikan gambar ya, jangan sampai melampaui batas jelujuran.

image

image

Kemudian satukan pola depan dengan pola belakang.

image

Satukan dari ujung bahu, kerung leher belakang sampai ujung bahu berikutnya lagi. Jangan khawatir, bagian yang tercacah nanti akan bisa mengikuti pola belakang.

image

Jahit rapih, kemudian obras sisa kampuhnya.

image

Setrika rapi diseluruh bagian krah selendang.

image

Selesai sudah krahnya, kemudian proses penjahitan bisa dilanjutkan pada bagian selanjutnya. Pada bagian lapisan biasanya saya selesaikan dengan jahit tangan, di soom halus.

image

Bagaimana? Mudah kan? Selamat mencoba πŸ™‚

Ditulis dari WordPress untuk Android

Menghias Baju Polos dengan Sulam Payet

Standar

Assalamualaikum…

Pagi ini saya ingin berbagi tutorial cara memasang payet. Saya sih biasanya menyebut teknik ini dengan teknik ‘muntir’. Karena kenampakan hasil deretan payetnya yang terlihat seperti terpuntir.
Teknik ini biasanya saya gunakan untuk membuat motif ukel dan sulur-sulur.

Kebetulan kemarin ada pelanggan yang ingin dibuatkan kebaya kutubaru. Luar biasa boomingnya kutubaru ini akhir-akhir ini. Banyak yang order disaya nih, Alhamdulillah… ☺
Keboomingan kutubaru diikuti dengan keboomingan kain embos dan batik yang biasanya dijadikan bawahan. Pun demikian pelanggan saya kali ini, embos dan batik.
Si embak pengen kutubarunya nanti tidak polos seperti biasanya. Karena bagan batik yang dipunyan juga ngepas untuk ukuran satu rok jadi tak bersisa untuk di mix di kutubarunya. Akhirnya diputuskan untuk menghias kutubaru dengan hiasan payet. Yukk… Begini proses saya menghiasnya.. πŸ˜‰

Pertama tama, buat motif disebuah kertas. Pindahkan motif pada sudut tempat yang ingin kita pasangi hiasan. Saya biasanya menjiplak motif dengan kertas karbon dan sebuah pulpen yang sudah ngadat tidak keluar tintanya.

image

Hal yang harus diperhatikan ketika memindahkan motif adalah janagan sampai motifnya terbalik, apalagi motif ini akan dipakai di dua sisi, kiri dan kanan.

Kedua, mulai menyulam, memasang setiap butiran payetnya

image

1. Siapkan benang. Matikan ujungnya. Tusuk jarum dimulai dari ujung motif. Dari bawah ke atas.
2. Tarik benang
3. Masukkan 3 butir payet
4. Tusukkan jarum kembali dengan arah yang menyerong. Perhatikan gambarnya ya
5. Ulangi terus tekniknya dengan rapih.
6 – 9 . pertahankan kerapihannya yah πŸ˜‰
10. Ketika hampir diakhir motif kurangi jumlah manik-maniknya. Masukkan hanya 2 butir, hal ini bertujuan untuk membuat ramping.
11. Dan tepat di akhir motif hanya gunakan 1 butir payet agar pada ujung motif terlihat lancip.

Lanjutkan pemasangan hingga selesai disemua motif dan disemua sisi.

image

Kuncinya kesabaran dan harus konsisten mempertahankan kerapihan sampai di akhir. Nah, begini akhirnya tampilan kebaya kutubaru yang saya payet.

image

Selamat mencoba yaa… πŸ˜‰

Ditulis dari WordPress untuk Android

Tutorial : memasang ritsluiting jepang dengan rapi

Standar

Ritsluiting merupakan bukaan baju yang terdiri dari dua deret gerigi yang tebuat dari metal/plastik. Ketika ditarik untuk ditutup dua deret gerigiya akan saling menyatu, menempel erat. Demikian pula ketika ditarik untuk dibuka. Geriginya akan terpisah.
Terdapat beberapa macam ritsluiting. Namun kali ini saya akan membahas tentang pemasangan ritsluiting jepang. Terutama untuk pemula yang baru belajar menjahit. Ritsluiting jepang ini sangat populer untuk bukaan dalam busana.

image

Ada pula yang menyebut ritsluiting ini dengan sebutan ritsluiting sembunyi. Karena ketika tertutup, tidak nampak ritsluitingnya terlihat. Yang ada hanya berupa garis sambungan. Mungkin ini yang menyebabkan ritsluiting jenis ini banyak digunakan. Membuat tampilan busana menjadi lebih rapi.
Untuk pemilihan ritsluiting ini saya sarankan pilih ritsluiting dengan kualitas terbaik. Ritsluiting yang baik tidak mudah rusak dan awet. Kan sayang sekali sudah menjahit dengan susah payah yapi ternyata ritsluitingnya sdh tidak bisa tertutup hanya dalam beberapa tarikan saja 😄. Kalo saya sih biasanya menggunakan yang merk YKK. Ritsluitingnya tampak kokoh. Terdapat pembatas besi pada ujung bawahnya. Pembatas besi ini dapat digeser-geser ke atas ataupun ke bawah. Jadi kalo kita merasa ritsluitingya twrlalu panjang bisa kiya potong dan menggwser besinya. Maka kepala rit akan tertahan dan tidak terlepas dari geriginya.

image

Sekarang akan saya bahas bagaimana langkah pemasanganya agar ritsluiting terlihat rapi. Karena sebagai pemula pemasanhan ritsluiting ini termasuk agak rumit. Pengalaman saya dulu pula ketika pertama kali belajar 😁

1. Siapkan dua bagian busana yang akan dipasangi ritsluiting, sesuaikan warna ritsluiting dengan benda yang akan dipasangi ya.

image

2. Jahit satukan kedua bahan yang akan dipasangi ritsluiting. Panjang bagian yang terbuka yang akan dipasangi ritsluiting harus lebih pendek dari ritsluitingnya.

image

image

3. Pasangkan ritsluiting pada bagian yang telah ditandai (lihat gambar yaa… πŸ™‚ ) tahan dengan ritsluiting.

image

4. Ganti jarum pentul dengan jelujutan benang. Hal ini diperlukan agar ritsluiting tidak bergeser ketika dijahit mesin. Karena apabila bergesr sedikit saja akan menyebabkan ritsluiting panjang sebelah. Dan itu merupakan masalah yang besar.

image

image

5. Setelah semua bagian selesai selesai dijelujur. Tindas ritsluiting dengan jahitan mesin dengan menggunakan sepatu khusus ritsluiting. Sepatu jenis ini terdapat dua buah rongga mungil untuk letak gerigi ritsluitingnya. Jahit dari atas hingga mentok kepala ritsluiting pada bagian bawah.

image

6. Setelah semua selesai, lepas benang jelujuran sementara yang kita gunakan sebagai penahan tadi.

image

7. Tarik kepala ritsluiting ke arah atas hingga ritsluiting tertutup.

image

8. Setrika sambungan bahan tempat ritsluitingnya menempel sehingga menjadi rapi.

image

image

Sudah selesai… πŸ™‚ semoga membantu untuk pemula yang ingin menjahit baju sendiri

Happy sewing… 😘

Ditulis dari WordPress untuk Android

Tutorial : membungkus kancing

Standar

Ingin membuat kancing bungkus tapi tidak punya alat pres? Jangan khawatir, kita bisa membuatnya dengan cara manual jahit tangan. Berikut tutorial membungkus kancing versi saya. Siapkan alat dan bahan-bahanya ya : kancing, kain perca, flanel, benang, jarum, lem tembak dan gunting

image

Kemudian mari kita mulai step by step cara melakukannya πŸ™‚

1. Potong kain perca 1 cm lebih besar dari ukuran kancing yang akan dibungkus.

image

2. Potong kain flanel 1 sampai 2 mm lebih kecil dari ukuran kancing.

image

3. Jelujur sekeliling perca

image

4. Letakkan kancing pada bagian tengah perca yang sudah dijelujur.

image

5. Tarik jelujuran hingga rapih membungkus kancing yang ada didalamnya. Ikat kencang.

image

6. Lekatkan potongan kain flanel menutupi lubang hasil bungkusan.

image

7. Jahit sekeliling kain flanel. Satukan dengan bagian kain perca

image

8. Lakukan sampai selesai dengan rapih.

image

9. Tusukkan jarum jahit pada bagian tengah flanel. Beri alat bantu yang berfungsi sebagai penghalang. Lihat gambar ya… Saya pakai obeng.

image

10. Lakukan sebanyak beberapa kali lilitan. Kurang lebih 6 kali atau lebih juga bisa terganting besar kancingnya. Sesuaikan saja.

image

11. lepaskan obeng dari kancing.

image

12. Balut lilitan benang dengan tusuk feston

image

13. Dimulai daru sisi yang satu ke yang lain sampai rata terbalut.

image

14. sudah selesai… Kancing bungkus siap digunakan.

image

Simpel kan? Selamat mencoba yaa 😁

Ditulis dari WordPress untuk Android